Rupanya Sisa telah kehilangan suaminya sejak berusia 21 tahun. Saat itu, ia tengah hamil. Ketika melahirkan putrinya, wanita berusia 64 tahun tersebut tidak memiliki cukup uang untuk membiayai keperluan anaknya.
Pada saat itulah ia bertekad untuk bekerja. Namun, karena budaya lokal tidak mengizinkan perempuan untuk bekerja, maka Sisa tak punya pilihan selain menyamar menjadi seorang pria.
"Saya lebih memilih menyamar jadi pria, bekerja keras sebagai buruh atau apapun daripada harus mengemis di jalanan. Saya harus melakukan ini untuk masa depan anak saya," tegasnya. "Untuk melindungi diri dari para pria dan budaya lokal yang berlaku, saya memutuskan untuk menjadi seorang pria."
Sisa harus menyamar menjadi seorang pria selama 43 tahun. Dalam penyamarannya, ia tampak mengenakan gamis panjang lengkap dengan sorban putihnya. Terkadang, Sisa bekerja sebagai buruh atau juga penyemir sepatu.
| NAGA BONAR 88 |
Meskipun kini berbagai media telah mengungkap penyamarannya, namun Sisa
tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai penyemir sepatu. Ia justru
berterima kasih kepada media yang menyorotinya. Karena saat ini, Sisa
justru mendapatkan penghargaan sebagai 'Wanita Pencari Nafkah' dari
Social Solidarity Directorate of Luxor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar